Showing posts with label misteri. Show all posts
Showing posts with label misteri. Show all posts
Thursday, August 6, 2015

5 Hantu Paling Menakutkan Asal Kalimantan

5 Hantu Paling Menakutkan Asal Kalimantan - Tak mampu disangkal apabila Indonesia mempunyai segudang narasi misteri di tiap wilayahnya. Di bermacam daerah, contohnya Jawa, terdapat tempat-tempat keramat yg dipercayai ditempati oleh makhluk halus bersama bentuk yg menyeramkan.

Genderuwo salah satunya, makhluk mistik dari kepercayaan dari agama Hindu & Budha ini sejenis makhluk dari bangsa jin & dikategorikan juga sebagai PK ( Penjahat Kelamin ) dikarenakan kebiasaannya yg menyukai berbuat cabul pada perempuan.

Berikut merupakan 5 Hantu Paling Menakutkan Asal Kalimantan :

1. Kuyang



Masyarakat sekitaran Kalimantan mempercayai & mengalami histori mistik yg datang dari dunia gaib. Makhluk halus yg paling menciptakan geger & menakutkan di wilayah tersebut diwaktu ditemukannya sosok kuyang, siluman berwujud kepala manusia dgn organ dalam yang lain yg terbang buat mencari makan.

2. Mariaban, si hewan bulu perindu 
Siluman ini yaitu hewan gaib berbulu lebat yg tinggal di pedalaman hutan kalimantan. Penduduk setempat umumnya mencari hewan ini buat di ambil bulunya (buluh perindu) yg bakal dimanfaatkan utk memelet perempuan.

Makhluk ini dikatakan teramat menyukai bersama darah, dirinya mampu menyerang & menyantap manusia yg ditemui di wilayah kehidupannya. Kemunculan Mariaban tak mampu diprediksi, kadang bersembunyi, kadang dirinya muncul dgn menyamar sbg bentuk manusia yg tak demikian sempurna dikarenakan badannya yg akbar & matanya yg merah.

Orang yg menaruh bulu atau minyak Mariaban rata-rata bakal terpengaruh oleh sifat makhluk itu sendiri. Orang tersebut dapat mempunyai sifat yg emosional, menciptakan kekacauan dimana-mana & bahkan dapat membunuh manusia demikian saja.

3. Hantu air berwujud tikar

Hantu Banyu berwujud seperti tikar yg terdapat di dalam air. Rata-rata mendiami sungai-sungai yg angker & sewaktu-waktu muncul kepermukaan. Hantu ini bisa menggulung manusia yg berenang maka sanggup kehilangan nyawa dikarenakan lemas. Kadang-kadang serta digambarkan yang merupakan sosok makhluk seperti labi-labi. Tempat diduga tidak jarang ditemukan sungai & danau.

Menurut info dari masyarakat setempat, hantu banyu ini mempunyai ciri-ciri waktu kita menyentuh air Sungai Musi, sehingga air di permukaan terasa hangat. Namun di dalamnya, air konsisten dingin atau air di permukaan santai namun di dalamnya air berputar-putar.Tidak Hanya menyerang orang yg berenang, hantu banyu serta menyerang orang yg berperahu, dgn rambutnya yg panjang & serupa sotong hantu ini bisa menciptakan satu buah perahu karam.

4. Anak Sima, si bayi pemakan jantung
Narasi rakyat berkaitan Anak Sima ini penuh misteri, info yg beredar luas menyampaikan, Anak Sima berasal dari anak kapang (anak terlahir dari jalinan tak sah), dikarenakan yaitu anak interaksi gelap sehingga ibu sang bayi membuangnya ke dalam hutan lebat sesudah dilahirkan, utk membuang rasa malu. Bayi yg baru lahir ini menangis sejadi-jadinya, & selanjutnya dihampiri oleh Takau (type hantu paling kuat dalam narasi rakyat Kalsel, sanggup beralih berbagai wujud & ilmunya amat sangat tinggi) & dipelihara oleh hantu ini.

Dikarenakan dipelihara oleh hantu, sehingga Anak Sima pula mempunyai ilmu hantu dari Takau. Anak Sima memiliki ilmu yg cukup hebat semacam ilmu pengasih, dgn tangisannya orang bakal terpesona maka mencari-cari sumber nada. Hantu ini bakal memakan jantung manusia hidup saat beliau berada dipangkuan satu orang yg iba disaat mendengar beliau menangis. Dalam pangkuan orang itulah trick Anak Sima membunuh manusia, sedikit demi sedikit memakan daging punggungnya hingga berlubang sesudah itu diambilnya jantung setelah itu dimakannya.

5. Hantu berwujud setengah kambing & setengah manusia
Hantu kambe ialah tipe hantu yg berwujud setengah kambing (binatang) & setengah manusia. Ada yg menceritakan hantu ini mempunyai tubuh manusia bersama rambut yg panjang & berkaki kambing (seperti fauna dalam dongeng eropa), tapi ada serta yg meyakini hantu ini mempunyai bentuk seperti kambing bersama surai yg panjang.

Makhluk ini tak membunuh manusia, siluman yg bertubuh kerdil & umumnya mengganggu kambing. Kehadirannya kebanyakan diikuti bersama nada kambing ribut yg diyakini disebabkan hantu ini ikut menyusu kepada induk kambing. Area yg paling tidak jarang ditemukan semak berlukar & kandang kambing.
Tuesday, August 4, 2015

Kemangmang Hantu Penyerang Berwujud Bola Api - Jejak Jejak Misterius Trans 7


GANASNYA JIN KEMANGMANG

Konon, jin jenis ini biasa menampakkan diri dalam wujud seekor katak raksasa, dengan tengkuk membawa api berkobar-kobar. Api inilah yang bisa membakar apa saja....
Istilah Kemangmang mungkin sudah tercetus sejak berabad-abad silam. Dia dipercaya sebagai makhluk yang berada dalam lingkup alam gaib. Termasuk bangsa jin.
Berbeda dengan jenis jin lain yang punya karakter dan bentuk penampakkannya menyerupai fisik manusia, Kemangmang wujud penampakkan fisiknya disebutkan berupa sosok katak air dalam ukuran jumbo. Setidaknya, kepercayaan semacam ini tumbuh subur di kalangan masyarakat Pantura, Jawa Barat, khususnya di daerah Indramayu dan sekitarnya.
Selain ukurannya ratusan kali lipat dari ukuran katak air atau Bangkong biasa yang hanya sekepalan tangan orang dewasa, pada bagian antara kepala dengan punggung, atau persisnya di sekitar tengkuk Kemangmang, akan muncul api yang berkobar-kobar.
Api pada tengkuk Kemangmang ini bukan halusinasi ataupun hanya api fatamorgana, melainkan api yang sanggup membakar kayu-kayu kering. Konon dengan sebab ini, di sejumlah lokasi rawa-rawa dan pertambakan di wilayah Pantai Utara Jawa Barat, kerap terjadi insiden kebakaran hutan mangrove (bakau) yang, Banyak yang menduga kebakaran ini akibat ulah Kemangmang.
Uniknya lagi, api pada tengkuk Kemangmang ini tidak akan padam walau terkena air sekalipun. Tiap kali muncul ke permukaan air rawa, scara spontanitas api pada tengkuknya akan berkobar-kobar.
Sama seperti makhluk gaib pada umumnya, jin berwujud katak raksasa ini tidak pernah berani muncul pada siang hari. Kemangmang hanya melakukan penampakkan pada malam hari, khusus di sekitar areal rawa yang jauh dari pemukiman.
Karena keganasannya yang dapat membinasakan manusia akibat kobaran apinya, tak heran bila berpuluh-puluh tahun silam, keberadaan Kemangmang menjadi momok di kalangan penggembala kerbau di kawasan Pantura, khusus di wilayah pedesaan Kabupaten Indramayu.
Para penggembala kerbau ketika itu selalu mencari lokasi yang subur rerumputannya, disertai genangan air melimpah. Pasalnya, kerbau termasuk binatang darat yang tidak tahan sengatan panas matahari sehingga harus sering berkubang.
Untuk memenuhi selera binatang ternaknya, para penggembala kerbau terpaksa tinggal berhari-hari di areal rawa-rawa. Mereka inilah yang kerap menyaksikan fenomena penampakkan Kemangmang, dengan api pada tengkuknya yang berkobar-kobar.
Dalam suasana gelap, penggembala kerap kali dikejutkan oleh munculnya kobaran api di tengah-tengah rawa yang tergenang air dalam radius puluhan hektare. Api ajaib ini berkobar-kobar sesaat di permukaan air lalu hilang. Tidak berapa lama, kobaran itupun muncul lagi di tempat yang berbeda. Fenomena mistik ini terus-menerus berlangsung selama beberapa belas menit.
Apa yang diburu Kemangmang dalam kemunculannya di tengah rawa, sampai hari ini belum ada jawaban yang pasti. Sebab jenis makanan apa yang disukainyapun masih misterius.
Jin Kemangmang ini konon hanya muncul dan bermain-main dengan kobaran apinya di permukaan rawa. Tapi, sesekali makhluk halus ini menebar malapataka bagi manusia.
Sebelum areal rawa diubah menjadi petakan empang bandeng dan tambak udang, masyarakat yang mukim di sekitar pantai utara Indramayu sudah cukup akrab dengan penampakkan jin Kemangmang. Bahkan, sampai saat inipun disebutkan jin dalam wujud katak raksasa dengan tengkuk menyala-nyala itu masih muncul sewaktu-waktu, terutama di lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk.
Uniknya lagi, keberadaan kemangmang, di satu sisi kerap dinantikan, karena sebagai isyarah atau petunjuk kemakmuran pangan di desa setempat. Namun disisi lain, tidak ada seorang pun yang berharap akan bertemu dengannya, karena jika apes, bukan hanya cidera. Bahkan nyawapun jadi taruhannya.
Setidaknya, hal seperti itu dialami dua orang penggembala kerbau di areal rawa-rawa Blok Rawa Tengkele, Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Carkiman, 23 tahun, warga Genteng, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, bersama teman seprofesi Tarim (45 tahun), yang tinggal di desa tetangga dengan Carkiman, dapat dicatat sebagai saksi mata yang menyatakan kalau Kemangmang memang masih ada.
Peristiwanya terjadi waktu Carkiman bekerja sebagai buruh gembala kerbau pada juragan di desanya. Statusnya hanya pawongan atau buru gembala kerbau milik H. Ridwan. Carkiman mendapatkan tugas menggembalakan sepuluh ekor kerbau berbagai jenis kelamin dan usia.
Upah jasa sebagai buruh gembala kerbau bukan berupa uang cash, melainkan berupa gabah tiap usai panen musim rendeng. Untuk mendapatkan lokasi yang cocok bagi binatang gembalanya, Carkim memilih menetap di sekitar rawa-rawa Blok Rawa Tengkele, berlokasi di luar wilayah desa tempatnya tongga;.
Di tempat itu tidak hanya dia sendiri. Beberapa buruh gembala kerbau lainnya pun menetap di lokasi yang sama. Sehingga puluhan ekor kerbau memenuhi kawasan rawa-rawa tersebut.
Dari sejumlah buruh gemgala kerbau yang ada, Tarim merupakan penggembala yang paling ramah serta sangat akrab dengan Carkim. Sama seperti halnya Carkiman, pria paruh baya itupun hanya berstatus buruh gembala.
Malam itu di kawasan rawa masih gerimis sisa hujan tadi siang. Carkiman dan Tarim sepakat tidur bersama dalam gubuk milik H. Ridwan. Sore menjelang Maghrib, Tarim baru kembali dari rumah majikannya buat mengambil perbekalan. Dalam kantung kresek warna hitam yang dibawanya terisi penuh gula, kopi, rokok dan makanan kering.
Carkiman yang sudah kehabisan perbekalan, merasa bersyukur lantaran temannya selalu membuka tangan untuk saling menolong dalam hal akomodasi.
Tanpa mengenal jam dan waktu, dua teman karib yang beda usia itupun duduk bersila di atas tikar pandan di lantai gubuk yang lembab. Dua cangkir kopi masih mengepulkan asap dengan baunya yang gurih. Ditingkahi kepulan asap rokok keretek murahan dari lubang mulut keduanya.
Untuk mengisi malam, Tarim paling banyak bicara. Dia dengan bangganya menceritakan setumpuk pengalaman sepanjang kariernya sebagai penggembala kerbau.
Selain pengalaman manis dan pengalaman pahit dalam hal ekonomi, sebagian di antaranya berkaitan dengan pengalaman mistis yang sangat mencekam.
Selama puluhan tahun menggembala kerbau dan bermukim dari rawa yang satu ke rawa yang lainnya, sudah tidak terhitung dia menemukan pengalaman mistis.
Menurut Tarim, ada beberapa jenis makhluk halus yang biasa bermukim di sekitar rawa. Namun dari sekian jenis makhluk halus penghuni rawa, Kemangmang-lah yang paling ganas dan berbahaya.
Di saat menjelaskan sepak terjang Kemangmang yang mengerikan dan berbahaya itu, di kejauhan tiba-tiba terdengar suara anjing dalam jumlah banyak. Bukan hanya menyalak dan mengeram, bahkan ada juga yang melolong panjang seakan tengah mengundang makhluk halus agar datang di tempat itu.
Saat itulah, sekitar seratus meter di depan gubuk, tepatnya di tengah genangan air rawa, tiba-tiba terlihat api berkobar. Kobaran api itu muncul sesaat, lalu kembali menghilang.
"Masya Allah, kita bakal celaka, Car!" Pekik Tarim, risau. Wajahnya yang semua ceria mendadak berubah tegang.
"Celaka? Apa maksud Mang Tarim?" Carkiman terbengong.
"Barusan kamu melihat kobaran api di tengah air rawa kan?" Tarim balik bertanya.
"Ya, saya melihatnya. Memangnya itu api apaan sih, Mang?"
Tubuh Tarim bergetar hebat. Bibirnyapun bergetar. Begitu pun suara yang keluar dari celah bibirnya bergetar dan terbata-bata, "I...i...itulah...itulah yang barusan saya ceritakan. Itu...itu api kemangmang, Car!" Urai Tarim.
Jantung Carkiman nyaris saja copot setelah mendengar penjelasan Tarim. Ternyata Kemangmang itu wujudnya kobaran api yang tidak padam terkena air.
Lalu Tarim membenamkan rokoknya ke dalam lantai gubuk yang lembab, sekaligus meminta Carkiman untuk mematikan rokoknya. Konon, Kemangmang sangat sensitif terhadap cahaya walau sekecil apapun. Diceritakan, jika sudah melihat cata, makhluk itu langsung mengejar ke sumber cahaya tersebut.
Tanpa diminta dua kali, Carkiman kontan melumatkan bara rokoknya ke atas lantai hingga padam seketika.
Tidak berapa lama pula, kobaran api aneh itu muncul di permukaan air rawa, bahkan hanya berjarak beberapa meter di depan gubuk. Rupanya makhluk itu sudah melihat cahaya rokok dalam radius ratusan meter tadi.
Baik Carkiman maupun Tarim langsung memanjatkan doa kepada Tuhan supaya makhluk itu tidak menyerang. Tapi, belum selesai memanjatkan doa-doanya, kobaran api berikut sosok katak sebesar kambing gibas secara cepat melompat dari dalam air dan menerjang ke arah Carkiman dan Tarim.
Menyadri datangnya bahaya, Tarim menyeret lengan Carkiman sekaligus menerobos ke samping gubuk. Baru saja keduanya bergulingan di atas tanah becek, Kemangmang sudah menggempur ke dalam gubuk.
Gubuk yang terbuat dari anyaman bambu itupun secara cepat terbakar, menciptakan sinar merah kekuningan. Dari dalam kobaran api gubuk melesatlah Kemangmang tertuju ke arah keduanya.
Sekuat tenaga, baik Carkiman maupun Tarim mempercepat larinya. Hanya mengandalkan cahaya bulan yang remang-remang, keduanya lari pontang-panting di antara rumpun belukar.
Setelah jatuh puluhan kali, baru keduanya menarik nafas lega. Keduanya bersyukur karena tidak sampai dibakar oleh Kemangmang. Malam itu keduanya tidur di tempat lain yang jauh dari rawa.
Keesokan paginya, barulah keduanya mendatangi tempatnya kejadian semalam. Ternyata, di gubuk yang tersisa hanyalah puing-puing hitam sisa arang gubuk.
Demikianlah sekilas cerita mengenai keganasan Kemangmang. Hantu jenis ini, di tempat lain bisa jadi juga ada. Hanya, namanya yang pasti berbeda.

 


Sunday, August 2, 2015

Cara Melihat Jin, Begini Caranya.....

Kepada menulis kali ini, aku dapat menceritakan satu buah pengalaman aku berkenaan ritual yg sempat aku melaksanakan buat menyaksikan jin. Pengalaman ini barangkali dapat sanggup berguna bagi Kamu yg mau tahu macam mana kiat menonton jin & dengan cara apa rasanya mempunyai mata yg berkemampuan menonton benda-benda & mahluk-mahluk gaib.



Cara Melihat Jin



Aku Bachtiar, seseorang sarjana yg sedari dahulu ialah orang yg teramat menyepelekan hal-hal yg sifatnya gaib. Diwaktu ortu aku melarang aku utk laksanakan sesuatu yg didasari kepercayaan orang era lalu, aku senantiasa berucap bahwa itu yaitu takhayul & tidak berlandaskan terhadap pemikiran logis. Aku tidak jarang malas menuruti perintah itu sampai hasilnya aku dikasih tantangan oleh ke-2 ortu aku buat melaksanakan satu buah ritual. Ritual yg terhadap hasilnya aku ketahui yaitu kiat terhubung mata batin buat bakal menyaksikan alam jin. 
Tantangan yg awalnya aku kira adalah aspek sederhana itupun terhadap hasilnya aku melakukan. Berbekal keberanian & landasan berpikir logis yg aku punyai, aku setelah itu memberanikan diri utk jalankan ritual trick menonton jin yg orang lanjut usia aku minta.
Di tengah malam itu, aku ditinggal di rumah second ruangan tinggal kakek aku, sendirian. Mengenakan pakaian, peci, & celana serba putih, aku diantarkan oleh orang lanjut umur aku buat mengawali ritual itu.
“Agar anda tidak lagi berucap ini & itu takhayul, tengah malam ini, buktikanlah seandainya alam gaib itu memang lah ada nak. Saya titipkan Al-Quran ini, baca surat Jin yg telah ayah tandai dgn lipatan kertas itu sejumlah 41 kali malam ini, sesudah kau menunaikan sholat malam” kata ayah aku seraya memberikan suatu Al-Quran lusuh yg sedari tadi dipegangnya.
“Jaga dirimu baik-baik nak, ini merupakan jalan satu-satunya biar kau tidak konsisten menjadi anak pembangkang” sahut ibu aku sembari menitikan air mata.
Mereka setelah itu berangkat & tinggalah aku satu orang diri di dalam rumah lanjut umur peninggalan kakek aku itu. 
Sedari mungil, aku memang lah belum sempat menonton yg namanya hantu. Bagi aku tuyul, genderuwo, kuntilanak, jin, lelembut & sebangsanya merupakan sekadar mitos yg dibuat orang lanjut umur jaman lalu utk menakut-nakuti anaknya yg tidak ingin menurut. Oleh lantaran itu, biarpun ditinggalkan sendiri di rumah lanjut umur itu, aku sedikitpun tidak merasa takut. Aku justru menjadi memang tertantang buat serta-merta mengusaikan kemauan orangtua aku itu. “Ah.. mana barangkali membaca surat Jin banyaknya 41 kali sanggup pindai pola pikir & trick pandang aku mengenai hantu-hantu cuma ilusi saja” pikir aku diwaktu itu.

Trik Menonton Jin Menurut Islam
Ketika konsisten berlalu, aku menghabiskan kala bersama menyaksikan Televisi sembari membaca majalah usang, sampai tertidur & hasilnya terbangun disaat jam menunjuk pukul 00.23 WIB. Menyadari seandainya telah melalui malam, aku selanjutnya membawa wudlu & serentak jalankan sholat tengah malam.
Sesudah berdzikir & berdoa, aku selanjutnya membawa posisi di dalam suatu kamar yg aku matikan lampunya. Aku menghidupkan 2 buah lilin akbar yg memang lah telah disiapkan ortu aku sejak sore tadi. Ya, peraturan dalam ritual trik menonton jin itu benar-benar mengharuskan aku membaca surat Jinn banyaknya 41 kali bersama cuma ditemani temaram lilin dalam kamar gelap.
Satu, dua, tiga, sampai hitungan ke sepuluh kali aku membaca Surat Jinn aku sama sekali tidak merasakan perubahan apapun. Aku menyambung bacaan sampai hasilnya terhadap ulangan ke 21 kali, ada sesuatu jatuh di belakang aku. Kala aku tengok, kelihatan bersama terang ada suatu pocong yg amat menyeramkan menengok ke arah aku. Aku memang terperanjat & ada sedikit rasa takut.

Kiat Menonton Jin
Aku setelah itu berikhtiar mendinginkan ketakutan aku dgn menganggap bahwa itu hanyalah ilusi semata. Aku tetap meneruskan bacaan. Biarpun awalnya terbata-bata, aku setelah itu sukses menyambung bacaan sampai ulangan ke 30. Seusainya ulangan itu, aku menyaksikan bahwa pocong yg tadi ada di belakang aku raib entah kemana.
Aku konsisten meneruskan bacaan dalam ritual trick menonton jin itu sampai selesailah hingga di ulangan ke 41. Tidak tahan ngantuk dikarenakan tak tidur semalaman, aku juga segera memejamkan mata, tidur pulas, sampai siang menjelang. Tetap jelas aku meninggalkan sholat subuh ketika itu.
Waktu bangun, aku menonton dunia demikian tidak sama. Rumah kakek yg tadinya amat sangat sepi aku tonton jadi amat ramai. Ramai bukan lantaran apa, tetapi sebab menjadi tidak sedikit jin dgn wajah & rupa yg beragam ragam. Ada yg bertanduk, ada yg gigi taringnya panjang hingga ke dada, ada yg miliki ekor, ada yg seperti monyet & masihlah tidak sedikit lagi.
Menyaksikan hal tersebut aku seperti bermimpi. Aku frustasi dikarenakan tidak sanggup ke luar dari area yg penuh sesak itu. Ritual yg aku melaksanakan semalam, ritual yg aku laksanakan juga sebagai trik menonton jin itu nyata-nyatanya menunjukan karomahnya. Aku menjadi mampu menyaksikan hal-hal yg pada awal mulanya tidak sempat aku tonton.

Trick Menonton Jin
Aku menjerit-jerit sendiri sampai dalam tempo yg pass ramai sampai pingsan. Dikala bangun, aku telah berada di rumah aku. Ditemani bersama satu orang ustadz belia, ayah aku seterusnya tersenyum.
“Sudah bangun Yar (panggilan aku di rumah ialah Iyar)” bertanya ayah aku sembari menuangkan air putih.
“Sudah ayah” jawab aku lesu.
“Bagaimana pengalaman laksanakan ritual trik menonton jin yg anda melakukan semalam?” bertanya ayah aku sembari menyodorkan air minum buat aku.
Menyaksikan hal tersebut sayapun menangis tersedu sedan, bersimpuh di hadapan ayah aku memohon ampun & maaf atas segala tingkah aku yg sejauh ini membangkang pada perintah-perintah & keinginannya.
Sampai tangis aku mereda, ayah tetap memeluk aku. Sang ustadz belia seterusnya mengemukakan petuahnya terhadap aku utk pindai diri aku supaya jadi Bachtiar yg tambah baik. Sayapun menyadarinya. Menyadari kesalahan-kesalahan aku.
Nah, itulah pengalaman aku terkait ritual kiat menyaksikan jin yg sempat aku laksanakan. Bagi Kamu yg tak siap dgn risiko menonton penampilan yg terlampaui tidak jarang, sebaiknya janganlah ikuti apa yg sudah aku jalankan. Aku mengalaminya sendiri & itu amat sangat mengerikan!