Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts
Thursday, May 19, 2016

Ketika Ibunya Meminjam Uang, Pria Ini Baru Tersadar Setelah Melihat....

 

Telah sewajibnya bagaikan anak, kami patuh pada orangtua. terlebih pada ibu, alangkah berharganya seseorang ibu jadi terdapat pepatah berkata “Surga di telapak kaki ibu”. Nah, di dasar ini terdapat cerita seseorang ibu yang meminjam anaknya uang. Lihat apa yang laki - laki ini perbuat dipastikan buat hati kamu terenyuh :

SILAHKAN ikuti dan juga JANGAN lupa SHARE yaa...

Seorang ibu mau meminjam duit terhadap anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah diiringi kerasa malu ibu berkata: ” Nak, bolehkah ibu meminjam duit 100 ribu? ibu terdapat perlu buat beli beras”.

Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut wajah datar dia mengatakan: ” Iya Bu, nanti saya tanya istriku dulu”, seolah berat buat mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan…

Ketika si anak masuk ke dalam rumah dia menyaksikan dus susu anaknya senantiasa terdapat bandrol harga Rp 50.000, setelah itu pribadinya merenung. Apabila 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 juta….!!!!.

Dia berfikir, waktu bayi pribadinya cuma dikasih ASI oleh ibunya, biayanya tentu tidak terhingga, luar biasa steril, diberi dengan penuh kasih sayang…. Apabila didapat oleh seseorang anak selagi 2 tahun berapa yang harus dia bayar??

Kemudian dia berputar dan memandang muka ibunya yang teduh walaupun telah dimakan usia. Dirimu telah memberbagi seluruh kasih sayang, harta dan seluruhnya kepadaku tanpa pamrih, dan seluruh itu kuterima dengan GRATIS..

Maafkan anakmu ini yang tidak ketahui balas budi.. lekas dia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan berikan duit Rp 3 jt, sembari menangis dia mengatakan: “Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku menggambarkan pula milikmu, do’akan anakmu ini biar teratur mengabdi padamu”.

Sambil berkaca - kaca terdapat air bening di pelupuk mata ibu dia mengatakan: “Nak, di tiap kondisi ibu teratur berdo’a biar kami seluruh teratur dihimpun di dunia dan di SURGA nanti dalam ketersanjungn..

Semoga Berguna. Jangan perkenankan wacana bermakna ini mengendap di mari saja, peruntukan ladang pahala dengan memberbagi ke orang lain.. untuk PARA ISTRI ingatlah kalau rizki dari suamimu menggambarkan pula hak mertuamu. dan pula perperbuat lah ibu mertua semacam ibu kandung sendiri….(cerminan) 



[sumber : kabarnetizen.com]
Wednesday, May 11, 2016

Kisah Cinta Dibalik Lahirnya Salahuddin Alayyubi, Sang Pembebas Baitul Maqdis

Najmuddin Ayyub, penguasa Tikrit saat itu belum menikah dalam waktu yang lama. Saudaranya yang bernama Asaduddin Syerkuh bertanya:

“Saudaraku, mengapa kamu belum menikah?”

Najmuddin menjawab, “Aku belum mendapatkan yang cocok.”

“Maukah aku lamarkan seseorang untukmu?”

“Siapa?”

“Puteri Malik Syah, anak Sultan Muhammad bin Malik Syah, Raja bani Saljuk atau putri Nidzamul Malik, dulu menteri dari para menteri agung zaman Abbasiyah.”

Najmuddin berkata, “Mereka tidak cocok untukku.”

Heranlah Asaduddin Syerkuh. Ia berkata, “Lantas, siapa yang cocok bagimu?”

Najmuddin menjawab, “Aku menginginkan istri yang salihah yang bisa menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yang dia tarbiyah dengan baik hingga jadi pemuda dan ksatria serta mampu mengembalikan Baitul Maqdis ke tangan kaum muslimin.”

Waktu itu, Baitul Maqdis dijajah oleh pasukan salib dan Najmuddin masa itu tinggal di Tikrit, Irak, yang berjarak jauh dari lokasi tersebut. Namun, hati dan pikirannya senantiasa terpaut dengan Baitul Maqdis.

Impiannya adalah menikahi istri yang salihah dan melahirkan ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis ke pangkuan kaum muslimin.

Asaduddin tidak terlalu heran dengan ungkapan saudaranya, ia berkata, “Di mana kamu bisa mendapatkan yang seperti ini?”

Najmuddin menjawab, “Barang siapa ikhlas niat karena Allah, akan Allah karuniakan pertolongan.”

Maka, pada suatu hari, Najmuddin duduk bersama seorang Syaikh di masjid Tikrit dan berbincang-bincang. Datanglah seorang gadis memanggil Syaikh dari balik tirai dan Syaikh tersebut minta izin Najmuddin untuk bicara dengan si gadis.

Najmuddin mendengar Syaikh berkata pada si gadis, “Kenapa kau tolak utusan yang datang ke rumahmu untuk meminangmu?”

Gadis itu menjawab, “Wahai, Syaikh. Ia adalah sebaik-baik pemuda yang punya ketampanan dan kedudukan, tetapi ia tidak cocok untukku.”

Syaikh berkata, “Siapa yang kau inginkan?”

Gadis itu menjawab, “Aku ingin seorang pemuda yang menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan darinya anak yang menjadi ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin. Dia cocok untukku!”

Najmuddin bagai disambar petir saat mendengar kata-kata wanita dari balik tirai itu.

Allahu Akbar! Itu kata-kata yang sama yang diucapkan Najmuddin kepada saudaranya. Sama persis dengan kata-kata yang diucapkan gadis itu kepada Syaikh.

Bagaimana mungkin ini terjadi kalau tak ada campur tangan Allah yang Maha Kuasa? Najmuddin menolak putri Sultan dan Menteri yang punya kecantikan dan kedudukan. Begitu juga gadis itu menolak pemuda yang punya kedudukan dan ketampanan.

Apa maksud ini semua? Keduanya menginginkan tangan yang bisa menggandeng ke surga dan melahirkan darinya ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin.

Seketika itu Najmuddin berdiri dan memanggil sang Syaikh, “Aku ingin menikah dengan gadis ini.”

Syaikh mulanya kebingungan. Namun, akhirnya beliau menjawab dengan heran, “Mengapa? Dia gadis kampung yang miskin.”

Najmuddin berkata, “Ini yang aku inginkan. Aku ingin istri salihah yang menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yang dia didik jadi ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin.”

Maka, menikahlah Najmuddin Ayyub dengan gadis itu.

Tak lama kemudian, lahirlah putra Najmuddin yang menjadi ksatria yang mengembalikan Baitul Maqdis ke haribaan kaum muslimin. Anak itu lahir di benteng Tikrit, Irak tahun 532 H/1137 M. Namanya adalah Yusuf bin Najmuddin al-Ayyubi atau lebih dikenal dengan nama SHALAHUDDIN AL AYYUBI (صلاح الدین ایوبی).

Dikutip dari Talkhis Kitabush Shiyam min Syarhil Mumti’ karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin




(sumber: fiqhmenjawab.net)
Wednesday, January 27, 2016

Saat Hari Akhir Semakin Dekat, Mendidik Anjing Lebih Baik Dari Pada Mendidik Anak Manusia, BACA ARTIKEL INI

 Dari Abu Dzar R.A berkata, bahawa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi. wa Sallam bersabda:

Apabila era (kiamat) terus menjadi kira - kira dekat,
.
mendidik anjing lebih baik daripada mendidik anak,
.
tidak terdapat kerasa hormat kepada yang lebih tua,
.
dan tidak terdapat kerasa kasih sayang kepada yang lebih kecil,
.
anak - anak zina terus menjadi ramai,
.
sehingga pria menyantap wanita di jalanan, mereka tidak ubahnya serupa kambing yang berhati serigala.”
.
(Riwayat Thabrani dan juga Hakim)
.
Wallahu A'lam.

Banyaknya musibah Alam, Musik dan juga Biduanita
Dari Sahal bin Sa'ad. ra. kalau Nabi SAW. bersabda:
"Nanti pada akhir era hendak terjalin gempa bumi (tanah longsor) dan juga penyakit kolera dan juga perubahan - perubahan - perihal ini terjalin - . Apabila musik - musik, biduanita - biduanita - telah menggila dalam kehidupan umat manusia - dan juga minuman keras telah dihalalkan." (HR. - Thabrani)

(Robbanaa ighfir lii wa liwaalidayya wa lil mu’miniina yauma yaquumul hisaab)


“Ya Tuhan Kami, ampunilah saya dan juga bapak ibuku dan juga orang - orang mu’min pada hari terbentuknya 


[sumber : reportaseterkini.net]
Tuesday, January 26, 2016

Istri Pesolek Sumber MALAPETAKA, Ini Dalil Dan Penjelasannya...

 Bersolek menggambarkan salah satu fitrah perempuan yang benar wajib nampak menawan di hadapan suami dan juga anak - anaknya. Bahkan, seseorang istri amat diajarkan buat piawai dalam perihal ini, supaya suami betah di rumah dan juga tidak melirik perempuan lain di luar sana.

Akan tetapi, dalam kondisi tertentu, perempuan yang gemar bersolek malah dihukumi bagaikan munafik dan juga jadi sumber utama malapetaka dalam rumah tangga yang ia jalani. Berikut ini dalil dan juga penjelasannya.

Di dalam novel mengarah perkawinan Islami, Drs Muhammad Thalib melansir satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Nu’aim Rahimahullah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Wanita - wanita yang gemar memohon cerai dan juga wanita - wanita pesolek (di luar rumah) merupakan wanita - wanita munafik.”

Terkadang, perilaku istri tipe ini berlebihan. bila bersolek di rumah biasa - biasa saja, tetapi jadi luar biasa dikala wajib keluar, baik kala bekerja, kondangan, ataupun berangkat ke tempat - tempat universal lainnya. Dalihnya, mereka mau menampilkan kalau suaminya tidak salah seleksi dan juga amat beruntung karna mempunyai istri yang menawan plus jelita.

“Perempuan ini,” tutur Drs Muhammad Thalib menerangkan, “disebut munafik karna senantiasa berpura - pura dalam menunjukkan pribadinya dan juga menyembunyikan kondisi yang sesungguhnya.”

Itulah yang menjadikannya wajib mematut diri berjam - jam saat sebelum keluar rumah buat suatu urusan, karena tidak mau nampak bagaikan perempuan yang mempunyai kekurangan. tidak hanya make up berlebih, mereka pula menggunakan baju bak gadis raja dengan corak dan juga model yang mengundang atensi orang lain.

Dandanan yang kelewatan itu mengundang pemikiran pria jahat, dan juga dapat mengarah pada ikatan haram bila dituruti. terlebih dengan mudahnya komunikasi di masa ini, kejahatan dan juga kemaksiatan dapat dicoba dengan mudah, bermula dari perihal yang simpel pula. Inilah bermulanya malapetaka dalam rumah tangganya.

Selain itu, perempuan tipe ini pula hendak menuntut dan juga menyusahkan kala suaminya tidak mempunyai duit yang cukup buat membagikan keperluan dandannya. Mereka dapat membikin makar, marah - marah, dan juga menuduh suaminya tidak sayang, sementara itu pria itu telah mengerahkan segala keahlian buat menghidupi ia dan juga anak - anaknya.

Parahnya, mereka tidak menyadari. dikala menuntut suaminya supaya tidak melirik perempuan lain di luar, mereka malah berupaya supaya pria lain meliriknya karna dandanannya. dan juga itu, amat beresiko untuk kebahagiaan dan juga kelangsungan rumah tangganya.

Ya Allah, proteksi keluarga kami dari jahatnya bisikan setan dan juga godaannya. Aamiin.

Wallahu a’lam. 

[sumber : keluargacinta.com]
Saturday, January 23, 2016

Kisah Presiden Sukarno Merangkak Menghampiri Makam Nabi karena Saking Hormatnya...

 Demi penghormatannya kepada Nabi Muhammad Sholallohu alaihi wasallam, Presiden Sukarno kala berkunjung ke Arab Saudi mencopot seluruh atribut pangkat kenegaraannya dan juga merangkak dengan penuh kerinduan dan juga penghormatan mendatangi makam kanjeng Nabi SAW.


Diceritakan oleh Abuya Alhabib Abu Bakar bin Hasan Alatos Azzabidi. sebab kenapa makam bung karno hingga dikala ini dikunjungi banyak orang. Itu karna penghormatan dia yg besar kepada Nabi Muhammad saw.

karena kala semasa hidup dia mendatangi Arab Saudi. pendek cerita kala berjalan di kota Madinah berbarengan Raja Saudi dikala itu Bung Karno bertanya pada raja saudi,

“Dimana makam nya Rasulullah saw ya raja?”

Raja saudi menjawabnya “Oh itu makam Rasulullah saw sudah nampak dari sini”

Maka dikala itu pula bung karno membebaskan atribut2 pangkat kenegaraanya. Raja heran dan juga bertanya pada bung karno

“Kenapa kamu membebaskan itu semua?”

“Yang terdapat di situ itu Rasulullah saw pangkatnya jauh lebih besar dari kita saya dan juga dirimu…”

Lantas bung karno berjalan merangkak hingga ke makamnya baginda Nabi Muhammad saw”

Cerita ini di informasikan oleh Sayyid Husein Muthahar.

Begitu hebatnya pengormatan pemimpin kita kepada Rasulullah SAW. sampai - sampai masa kepemimpinan nya juga jadi berkah..

Mudah mudahan Allah SWT mengampuni seluruh dosa2 nya dan juga di bagikan peran di sisi - Nya. 



[sumber : silahkanshare-ya.blogspot.co.id]
Tuesday, January 19, 2016

Sakit Yang Menghapuskan Dosa-Dosa

 seseorang akhwat sempat bertanya dalam keluhnya padaku,

“Mengapa Allah begitu tega, ty? mengapa wajib saya yang ditimpakan sakit ini?”

“Sabar ukh.. Allah tentu memiliki hikmah tersadu di balik seluruh skenario yang terjalin di dunia ini.”

“Tapi saya sudah letih tiap hari wajib berjuang meredam nyeri, saya nggakmau serupa ini terus ty. Apa Allah ndak sayang sama saya ya ty?”

Kemudian bulir dari sudut matanya mengalir deras, dia masih terus terasa kesusahan mengalami kerasa sakitnya seseorang diri. Jiwanya merasa begitu kosong, sementara itu bila dia ingin menyadari, terdapat Allah yang tidak hendak sempat pergi.

Seringkali kita menciptakan teman ataupun orang - orang di dekat kita mengatakan demikian. kenapa wajib saya yang ditimpakan sakit? kenapa kerasanya wajib sedemikian perih? Apakah Allah benar tidak sayang pada kita?

Astaghgirullahaladzim.. husnudzonlah sahabat, Allah lebih mengenali apa yang tidak kita ketahui. Allah yang membagikan kita sakit, dia pula yang hendak berikan kesembuhan. hingga tidak pantas untuk hati kita buat meringik kalau Allah tidak sayang kita, Allah tidak adil, sebetulnya Allah begitu cinta pada masing - masing hambanya, terlebih lagi pada hamba - hamba yang telah jauh melupakan, Allah juga senantiasa berupaya mendekat.

Banyak dari kita yang tidak mengetahui, kalau sakit menggambarkan salah satu nikmat dari Allah. kenapa aku sebutkan nikmat? karna di dalamnya ada banyak hikmah dan juga keuntungan untuk sang sakit. bisa jadi dikala kita tengah terasa sakit, Allah tengah rindu pada kita yang sangat padat jadwal hendak urusan dunia, hingga Allah bagikan sakit supaya kita dapat berulang beristighfar mengingatNya.

Atau bisa jadi Allah mau menguji seberapa besar tingkatan kesabaran kita buat dinaikkan derajat kemuliannya, ataupun dapat pula Allah mau menolong menggugurkan dosa - dosa kita bila kita ikhlas menempuh sakit yang diberikan. Wallahualam, tetapi hendaknya tetap menanamkan prasangka baik hendak lebih mendamaikan hati.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorang hamba yang beriman mengidap sakit, hingga Allah memerintahkan kepada para malaikat supaya menuliskan perbuatan yang tersadu yang dikerjakan hamba mukmin itu pada dikala sehat dan juga pada dikala waktu senangnya.” (Riwayat Abu Imamah angkatan laut (AL) Bahili)

Dalam hadist lain, Rasullullah SAW bersabda,
“Apabila seseorang hamba mukmin sakit, hingga Allah mengutus 4 malaikat buat tiba padanya.”

Allah memerintahkan :
Malaikat kesatu buat mengambil kekokohannya sampai - sampai jadi lemah.

Malaikat kedua buat mengambil kerasa lezatnya santapan dari mulutnya.

Malaikat ketiga buat mengambil sinar cerah di mukanya sampai - sampai berubahlah muka sang sakit jadi pucat pasi.

Malaikat keempat buat mengambil seluruh dosanya, hingga berubahlah sang sakit jadi suci dari dosa.

Ketika Allah hendak membagikan kesembuhan buat seseorang mukmin itu, Allah memerintahkan berulang malaikat pertama, kedua, dan juga ketiga buat mengembalikan kekuatannya, kerasa lezat santapan di mulutnya, dan juga kecerahan pada wajahnya.

Namun buat malaikat keempat, Allah tidak memerintahkan buat mengembalikan dosa - dosanya kepada hamba mukmin. hingga bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya mengatakan: “Ya Allah kenapa dosa - dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab: “Tidak baik untuk kemuliaan - Ku bila saya mengembalikan dosa - dosanya sehabis saya menyulitkan kondisi pribadinya kala sakit. Pergilah dan juga buanglah dosa - dosa tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini, hingga nanti sang sakit itu berangkat ke alam akhirat dan juga keluar dari dunia dalam kondisi suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sakit panas dalam satu hari semalam, mampu menyirnakan dosa sepanjang setahun.”

MasyaaAllah, begitu besar kuasa Allah untuk hamba - hambanya yang ingin bersabar mengalami sakit.

Jadi sahabat, berhentilah meringik kala sakit mulai sekarang.

Perbanyak membaca istighfar, jalani dengan tabah dan juga ikhlas, setelah itu banyak berdoa mudah - mudahan sakit yang ditimpakan pada kita hendak jadi penggugur dosa - dosa yang lampau. Siapa yang tidak mau berulang putih dan juga suci? seluruhnya tentu mau dapat menghapuskan dosa - dosa kan.

Begitu besarnya kasih sayang Allah pada kita, sampai dalam sesuatu kesusahan juga Allah masih menyelipkan kenikmatan yang begitu besarnya. Kita yang tiap hari masih aja belum sempurna ibadahnya, tetapi Allah senantiasa berikan kemudahan buat dapat menemukan kenikmatan.

MasyaaAllah, mudah - mudahan kita hendak senantiasa jadi hamba - hamba yang diridhoi olehNya, aamiin. 


[sumber : indahnyahidupislami.blogspot.co.id]
Sunday, January 17, 2016

Subhanaallah...!!! Kisah Nyata, Ibu Lumpuh Ini Bisa Berjalan Kembali Setelah Berdoa di Depan Ka'bah

 Subhanaallah... seseorang jemaah haji asal Malaysia tidak menyangka, impiannya buat mampu berjalan berulang kesimpulannya terkabul berkat doanya di depan Kabah.

Bercerita tentang pengalaman uniknya itu, Fatimah Abd Latif, 60, berkata ia baru menyadari kakinya dapat bergerak berulang sehabis bangun tidur dan juga hendak bersiap menunaikan salat Subuh di Masjid Nabawi.

"Kemudian, aku berupaya bergerak namun cuma mampu bergerak 3 langkah saja. Namun, aku berupaya lagi bergerak dengan dorongan anak dan juga menantu buat menunaikan salat Subuh di Masjid Nabawi," kata Fatimah dilansir Dream dari halaman Mynewshub.cc, Sabtu 31 Oktober 2015.

Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT. karna tiap hari ia berdoa tercantum di depan Kabah, kaki kirinya kesimpulannya mampu bergerak dan juga sehat sampai dapat menunaikan ibadah salat Subuh.

"Allah memakbulkan doa aku dan juga kami sekeluarga terasa terharu dan juga bersyukur atas nikmat ini," katanya kala ditemui wartawan di lapangan terbang Internasional Kuala Lumpur (KLIA), belum lama ini.

Sebelum ini, Fatimah di nyatakan menderita stroke yang menyebabkan tubuhnya lumpuh sebelah kiri semenjak 5 tahun lalu.

Sehingga kala datang di Madinah dan juga setelah itu ke Makah, yang dilanjutkan dengan menunaikan wukuf di Arafah, Fatimah merupakan salah satu jemaah asal Malaysia yang memakai sofa roda. Pemuda ini beri Jawaban Yang hendak Mengejutkan Umat Islam...

Fatimah merupakan salah satu dari 455 jemaah haji yang datang terakhir di Malaysia dari Madinah memakai pesawat Malaysia Airlines MH8289 pada Rabu malam, kemarin. 



[sumber : 8intisari.blogspot.co.id]
Thursday, January 14, 2016

Kini Kupasrahkan Putriku Yang Telah Kujaga Hampir Separuh Hidupku Kepadamu, Wahai Menantuku...

 Wahai para suami, maupun para calon suami, istrimua merupakan pendampingmu. Coba renungkan tulisan dari seseorang bapak ini. bapak yang rela melepas gadis kesayangannya buat diperuntukan pasangan hidupmu, SELAMANYA...

Karena kelak, bila kau mempunyai gadis kecil, nanti kau hendak bisa jadi merasakan perihal yang sama...

***

Saat kesatu kali gadis kecil kami terlahir di dunia, ia jadi simbol kebahagiaan untuk kami, orang tuanya. senang yang tiada tara kami rasakan karenanya. Kami menjaganya siang dan juga malam, hingga kami melupakan kondisi diri sendiri. Kami sadar, benar seharusnyalah serupa itu kewajiban orang tua.
Kami besarkan ia dengan segenap jiwa dan juga raga. Kami didik dengan semaksimal ilmu yang kami punya. dan juga kami jaga ia dengan penuh kehati - hatian.

Dan waktupun berlalu…

Dia saat ini telah jadi sesosok wanita yang cantik. Betapa bangga kami memilikinya. Kami berpikir, betapa kilat waktu berlalu, dan juga terbersit dalam hati kami buat senantiasa menahannnya disini. Bukan bermaksud meletakkan ego kami atas hidupnya, tetapi bagaikan orang tua, siapa yang mampu berpisah dari anaknya. gadis kesayangannnya.

Tapi,…

Hari ini, kesimpulannya tiba juga. dikala dimana kami wajib melihatnya terbalut dalam baju cantik, ialah gaun pengantinnya. wanita kecil kami telah berkembang dewasa. dan juga seusai ijab kabul ini, kau lah saat ini yang jadi penjaganya. mengambil alih kami. ayo ikatkan tanganmu kepadanya.

Waktu kesimpulannya memforsir kami berpisah dengannya. meski kau merupakan orang yang asing dan juga baru sebentar dikenalnya, sebaliknya kami merupakan orang tuanya yang telah mempertaruhkan seluruh yang kami memiliki untuknya. Namun, tidak terdapat sama sekali kemarahan kami atas dirimu, menantuku. tetapi ijinkan kami sedikit meluapkan kesedihan atas seseorang gadis kami yang wajib jauh meninggalkan kami, karna wajib mengikutimu. Kamipun tidak hendak keluhan kepadamu, karna mulai hari ini, ia wajib mengutamakan kau diatas kami.

Tolong, jangan beratkan hatinya, karna sesungguhnya juga hatinya telah berat buat meninggalkan kami dan juga cuma mengabdi kepadamu. serupa perihal nya anak yang mau berbakti kepada orang tua, juga demikian dengannya. Kami tidak keberatan apabila wajib sendiri, tanpa terdapat wanita kecil kami dahulu yang senantiasa menemani dan juga membantu kami pada waktu tua.
Kami menikahkanmu dengan anak wanita kami dan juga membagikan kepadamu dengan cuma - cuma, kami cuma meminta buat ia senantiasa kau jaga dan juga kau bahagiakan.

Jangan sakiti hatinya, karna perihal itu berarti pula hendak menyakiti kami. ia kami besarkan dengan segenap jiwa raga, buat jadi penopang harapan kami pada waktu depan, buat mengangkut kehormatan dan juga derajat kami. tetapi saat ini kami wajib menitipkannya kepadamu. Kami bukanlah keberatan, karna berarti terjagalah kehormatan gadis kami.

Jika kau tidak berkenan atas kekurangannya, ingatkanlah ia dengan trik yang baik, mohon jangan sakiti dia, sekali lagi, jangan sakiti dia.

Suatu dikala ia menangis karna terasa kasihan dengan kami yang mulai menua, tetapi wajib seorang diri berdua disini, tanpa terdapat kehadirannya lagi. mengerti kah engkau wahai menantuku, kalau kau juga mempunyai orang tua, juga dengan istrimu ini. dikala kau perintahkan ia buat menemani orang tuamu disana, sempatkah kau berpikir betapa luasnya hati istrimu? ia mempertaruhkan egonya seorang diri buat senantiasa berposisi disamping orang tuamu, melindungi dan juga mengasuh mereka, lagi kami ketahui betapa berkecil hati ia karna dengan itu berarti orang tuanya sendiri, wajib sendiri. Sama sekali tiada keluh kesah darinya tentang seluruh itu, karna seluruh merupakan buat menepati kewajibannya kepada Allah.

Dia mementingkan dirimu dan juga cuma dapat mengirim doa kepada kami dari jauh. Jujur, berkecil hati hati kami dikala jauh darinya. tetapi apalah energi kami, benar sudah masa sepatutnya serupa itu, kau lebih berhak atasnya dari pada kami, orang tuanya sendiri.
Maka hargailah ia yang telah dengan rela mengabdi kepadamu. hingga hiburlah ia yang telah membikin keputusan yang sedemikian sulit. hingga sayangilah ia atas seluruh pengorbanannya yang cuma demi dirimu. Begitulah cantiknya gadis kami, mudah - mudahan kau mengenali betapa berharganya istrimu itu, bila kau menyadari. 

[sumber : cahayamuslim.com]
Wednesday, January 13, 2016

Kisah Bilal dan Kumandang Adzan Terakhirnya, Ribuan Orang Menangis Membaca Kisah ini !

 Bilal bin Rabah merupakan seseorang budak berkulit gelap dari Habsyah (Ethiopia) yang memeluk Islam kala masih masih jadi budak. tetapi kala keislaman Bilal dikenal oleh majikannya, Bilal juga disiksa tiap hari supaya dia meninggalkan islam. sampai - sampai sesuatu hari Abu Bakar memerdekakan Bilal dan juga iapun jadi teman amat setia Rosululloh SAW.


Dalam suatu hadits dikisahkan kalau Rosululloh saw sempat bermimpi mendengar suara terompah Bilal di surga. kemudian kala hukum syariat adzan diperintahkan oleh Alloh hingga orang yang kesatu kali diperintah oleh Rosululloh buat mengumandangkannya merupakan Bilal bin Rabah, dia diseleksi karna suara Bilal amat merdu.

Kejadian wafatnya Rosululloh, membikin Bilal dilanda kesedihan yang mendalam. sesuatu kala Kholifa Abu Bakar memohon Bilal buat jadi muadzin kembali, tetapi dengan perasaan yang masih berkecil hati Bilal mengatakan :
”Biarkan saya cuma jadi muadzin Rosululloh saja. Rosululloh telah tiada, hingga saya bukan muadzin siapa - siapa lagi."

Sepeninggalan Rosululloh SAW masih merasa di hati Bilal dia juga meninggalkan Madinah dan juga menjajaki pasukan Fath Islamy mengarah Syam, dan juga setelah itu tinggal di Homs, Syria.
Setelah tingga lama di Syria, Bilal tidak sempat mendatangi Madinah. kemudian hingga pada sesuatu malam, Rosululloh muncul dalam mimpi Bilal, dan juga menegurnya :
"Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, kenapa engkau tidak mengunjungiku? kenapa hingga serupa ini?".

Dengan peristiwa mimpi itu dia juga bangun dan juga lekas mempersiapkan diri buat melaksanakan ekspedisi ke Madinah guna berziarah ke makam Rosululloh. Setiba di Madinah, Bilal tidak mampu menahan rindu dan juga kesedihannya pada Rosululloh SAW.

Kemudian tiba cucu Rosululloh Hasan dan juga Husein. Dengan mata sembab oleh tangis, Bilal yang makin beranjak tua memeluk kedua cucu Rosululloh tersebut.

Salah satu cucu Rosululloh SAW mengatakan kepada Bilal:
"Paman, maukah engkau sekali aja mengumandangkan adzan buat kami? Kami mau mengenang kakek kami."

Umar bin Khottab yang dikala itu bagaikan Khalifah pula meminta kepada Bilal buat mengumandangkan adzan, walaupun sekali saja. Dengan perasaan berat kemudian Bilal juga penuhi permintaan itu. dikala waktu sholat tiba, ia naik pada tempat dulu biasa ia adzan pada masa Rosululloh masih hidup.

Dan mulailah ia mengumandangkan adzan. dikala lafadz Allohu Akbar dikumandangkan olehnya, tiba - tiba segala Madinah senyap, seluruh kegiatan terhenti, seluruhnya terkejut.
Suara yang telah bertahun - tahun hilang, suara yang menegaskan pada wujud Nan Agung, suara yang begitu dirindukan itu telah kembali.

Ketika Bilal meneriakkan kata Asyhadu an laa ilaha illolloh, hingga segala isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, terlebih lagi para wanita dalam pingitanpun mereka keluar mengarah ke arah suara itu berkumandang.

Dan dikala bilal mengumandangkan Asyhadu anna Muhammadan Rosululloh, hingga madinah rusak oleh tangisan dan juga ratapan yang amat memilukan.
Semua menangis, teringat masa - masa indah berbarengan Rosululloh, Umar bin Khattab yang amat keras tangisnya. terlebih lagi Bilal seorang diri juga tidak mampu meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai.

Hari itu madinah mengenang masa dikala masih terdapat Rosululloh diantara mereka.
Hari itu merupakan adzan kesatu dan juga terakhir untuk Bilal sehabis Rosululloh wafat. Itulqh adzan Bilal yang tidak dapat dirampungkan karna tidak mampu lagi menahan kesedihan.
Subhanalloh, begitu cerita yang amat mengharukan betapa cintanya Bilal kepada Rosululloh SAW.

Sampai akupun tidak mampu menahan tangisku dikala saya membaca cerita ini. saya amat terasa kalau saya berposisi di tengah - tengah mereka yang lagi menangis karna mengenang Rosululloh SAW.
Tuesday, January 12, 2016

Allah Telah Berjanji Menambah Rezeki Bagi Orang Yang Menikah, Percayalah!!!

 Satu tujuan yang jadi mimpi tiap orang merupakan bersanding di pelaminan dengan pendamping idaman. terlebih bila jumlah usia sudah terus menjadi banyak, kerasanya terdapat harap - harap takut terus menggelayut dikepala tiap malam. tetapi tidak dapat dipungkiri, kalau senantiasa terdapat sebagian permasalahan krusial yang acapkali menerpa sebagian orang buat menyegerakan berlayar dalam bahtera rumah tangga. salah satunya merupakan permasalahan dompet. Ya! Keuangan.

Masalah keuangan merupakan salah satu aspek yang membikin banyak orang terasa cemas membina rumah tangga dengan pendamping yang telah mereka agung - agungkan. Membiayai diri seorang diri aja sudah jungkir balik terlebih membiayai anak dan juga istri? Jangan panik dahulu tapi. masalah rezeki sudah diatur oleh Allah. Tinggal gimana trik kita menjemputnya.
Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Dan nikahkanlah orang - orang yang sendirian di antara kamu, dan juga orang - orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan juga hamba - hamba sahayamu yang perempuan. bila mereka miskin Allah hendak mengayakan mereka dengan karunia - Nya. Allah Maha luas (pemberian - Nya), lagi Maha Mengetahui.” Q.S An - Nur:32)

Ayat tersebut telah jelas melaporkan kalau dengan menikah hingga Allah hendak menolong membagikan rezeki buat anak dan juga istri. Percayalah kalau masalah rezeki merupakan perihal yang amat gampang untuk Allah. Menghidupkan orang mati aja Allah bisa, terlebih cuma menimbulkan rezeki dari arah yang tidak sempat sekalipun kita duga.

Jadi jangan sempat cemas tidak dapat memadai anak dan juga istri kelak. Istri dan juga anak memiliki rezeki masing - masing, dan juga bila dihimpun hingga hendak menyatu dengan rezeki suami. Kita cuma butuh berdoa, yakin dan juga jalani ikhtiar semampu kita bisa. Ingat, kalau Allah tidak hendak sempat merubah nasib sesuatu kaum, saat sebelum kalangan tersebut berupaya buat mengubahnya. 

[sumber : infoberkah.com]